<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7361369826637660353?origin\x3dhttps://dakwah-is-love.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Islam is not just a religion,
Thursday, May 2, 2013 @ 11:16 PM
Obstacles.
When we talk about hardship, we are talking about problems and obstacles in life. Memang, kehidupan ni ibarat satu roda. Kita akan naik, dan kita akan turun. Tak semuanya indah. It is like learning how to ride a bike. At first, we will be all shaky and unbalanced. And adakalanya kita terjatuh. But, because of our own willpower to learn how to ride a bike, we get up and try again until we are fully balanced. Macam itu juga dalam hidup ni. Setiap kali jatuh, kita harus bangkit kembali. Dan bila kita bangun selepas jatuh, kita sepatutnya jadi lebih bersemangat dan berazam! Kerana apa? Ingin mencapai satu gol yang sudah tertanam di dalam hati.

 


 Ingatlah, sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia disertakan ujian dan cabaran. Tapi, sungguh Maha Penyayang nya Allah, Allah memberikan dugaan dan cabaran bersesuaian dengan kemampuan kita. He will never give something that is beyond our capability, and strength. Dan ujian dari Allah juga adalah satu cara untuk kita menilai tahap iman dan taqwa kita kepada-Nya. Jika kita bandingkan diri kita (yang tengah bermasalah, dan tengah bersedih, berduka lara) dengan sahabat-sahabat Rasulullah dan juga Rasulullah sendiri, sungguh memalukan sebenarnya kita ni. Mereka dulu sanggup tinggal segala harta mereka semata-mata hendak ikut Rasulullah berhijrah ke Madinah. Mereka sanggup putus tangan, putus kaki, bermati-matian demi Islam. Dan mereka tidak pernah sama sekali mengeluarkan kata-kata penat dan lelah ketika diberi ujian daripada Allah. Kata mereka apa? Mereka hanya tahu bahawa dunia ni hanya sementara, dan kematian itu indah bagi mereka, sebab mereka tahu Allah telah menyediakan syurga yang indah lagi aman untuk mereka. 



MasyaAllah... Bagaimana pula dengan kita? We only know how to complain, and yet our hardships are not even close to what they had faced and endured. Kerana keyakinan mereka akan syurga menanti di akhirat sana (mcm bunyi lagu ek?), mereka sanggup melakukan apa saja. Allahu rabbi. Kita? Ini baru saja fail dalam exam, dah menangis macam mati suami. Ini baru masalah dengki, dah rasa down macam baru kehilangan anak kucing! Ini baru saja putus chenta dengan boyfriend atau girlfriend, dah putus asa. Astaghfirullahalazim... Kita hanya baru merasa ujian 1% daripada 100% dari Allah, kita dah mula mengalah. Sedangkan kita tidak lagi diancam bunuh sekiranya masuk Islam. Kita tidak lagi ditindas oleh orang atasan dek kerana kita Islam. Kita tidak berada di situasi macam orang-orang Palestin sana. Kita mudah sangat mengeluh dan putus asa! Apakah kita lupa tentang yang lagi aula dan apakah kita lupa matlamat hidup kita?

 


 Sepatutnya, setiap dugaan yang kita alami, kita sepatutnya muhasabah balik. Are we becoming distant with Allah? Have I committed too many sins, and this is how Allah is trying to tell me? Allah has given us this obstacle to face to remind us that He remembers us, dan bukan saja-saja nak bagi! Allah bagi ujian mesti ada sebabnya. Try imagine if Allah created human just for fun? Then, what to become of us? Kita diciptakan untuk mengabdikan diri full-time dekat Allah dan sekaligus menjadi khalifah di muka bumi ni. Bukan untuk mengejar duniawi dan mengeluh setiap kali diberi dugaan.


 


 And I am no master to motivational talks and motivational things, but here's a guide to overcome hardship -- the right way! Dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi, kita sepatutnya ingat satu perkara : Allah sentiasa ada! Innallaha ma'ana! Tapi, jangan pula nak ingat Allah time susah-susah je. Biarlah Allah dan Rasulullah sentiasa ada di dalam hati dan minda.


------------------- 

------------------- 

Maaf kalau bunyi macam marah dalam post ni, dan tidak bawak banyak sangat isu. Tapi, sebenarnya, ini adalah post untuk diri saya sendiri, agar saya tidak lalai dan tidak putus asa dalam menangani masalah yang sedang berlaku. Semoga bermanfaat untuk bacaan anda juga!  




"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) kamu merasa sedih, sebab kamu adalah yang paling tinggi (darjatnya) jika kamu orang yang beriman" [surah ali-Imran, 3:139]




it is a lifestyle.